Iran’s President Reveals Key Details From 2.5-Hour Meeting With Supreme Leader Khamenei
- “Yang paling mengesankan bagi saya dalam pertemuan ini adalah visi serta pendekatan yang rendah hati dan tulus dari beliau.”
- Teheran, 7 Mei 2026 — Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru-baru ini mengungkap isi pertemuan panjangnya selama 2,5 jam dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
- Pezeshkian, yang dilantik sebagai presiden pada Juli 2024, mengkonfirmasi bahwa pertemuannya dengan Khamenei berlangsung dalam suasana yang “humble dan sangat harmonis.” Hal ini menandai langkah penting dalam upaya...
“Yang paling mengesankan bagi saya dalam pertemuan ini adalah visi serta pendekatan yang rendah hati dan tulus dari beliau.”
—Masoud Pezeshkian, Presiden Iran
Teheran, 7 Mei 2026 — Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru-baru ini mengungkap isi pertemuan panjangnya selama 2,5 jam dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Pertemuan ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya menjadi teka-teki, mengingat kondisi kesehatan Khamenei yang belum pernah terlihat di depan umum sejak awal Maret 2026. Pezeshkian, yang juga dikenal sebagai dokter bedah jantung, mengaku terkesan dengan “visi dan pendekatan yang rendah hati” dari Khamenei selama pertemuan tersebut.
Pezeshkian, yang dilantik sebagai presiden pada Juli 2024, mengkonfirmasi bahwa pertemuannya dengan Khamenei berlangsung dalam suasana yang “humble dan sangat harmonis.” Hal ini menandai langkah penting dalam upaya membangun konsensus nasional di tengah eskalasi konflik regional dan tekanan internasional, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Israel. Dalam pidato sebelumnya, Pezeshkian telah menyerukan persatuan nasional dan menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang dapat mengatasi krisis ekonomi dan sosial yang dihadapi Iran.
Pertemuan ini juga terjadi pada saat Iran menghadapi gelombang baru dari serangan Israel dan tekanan Amerika Serikat, termasuk sanksi ekonomi dan isolasi diplomatik. Pezeshkian, yang sebelumnya pernah mengkritik kebijakan keras terhadap Israel, kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas internal sambil menavigasi tekanan eksternal. Dalam konteks ini, pertemuan dengan Khamenei diharapkan dapat memberikan arahan lebih jelas mengenai kebijakan luar negeri dan dalam negeri Iran di masa depan.
Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran, memegang peran sentral dalam menentukan arah politik dan keamanan negara. Pertemuannya dengan Pezeshkian ini menjadi momen penting untuk menilai sejauh mana presiden baru dapat mewujudkan janji kampanyenya, termasuk reformasi ekonomi dan diplomasi yang lebih terbuka. Namun, tantangan utama tetap berupa kemampuan Iran untuk mempertahankan kemandiriannya di tengah konflik regional yang semakin memanas.
Sementara itu, warga Iran di Teheran dan kota-kota besar lainnya terus menunjukkan dukungan terhadap kebijakan nasionalis, termasuk dengan aksi simbolis seperti menjatuhkan bendera Amerika Serikat dan Israel di jalanan. Hal ini menunjukkan betapa tinggi semangat nasionalisme dan perlawanan terhadap tekanan asing di kalangan masyarakat Iran.
Pezeshkian juga telah mengungkapkan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Khamenei dalam upaya memastikan kelangsungan hidup dan kemajuan Iran. Dalam pidato di depan makam Imam Khomeini, Pezeshkian bersumpah akan memenuhi janji-janji kampanyenya, termasuk reformasi dan pembangunan yang berkelanjutan.
