Rising Diseases Predicted to Surge in 2026
Jakarta, CNBC Indonesia – Para pakar kesehatan global menyebut 2026 sebagai tahun penuh ujian. Pemangkasan besar-besaran bantuan kemanusiaan dan pembangunan yang dilakukan Amerika Serikat pada era pemerintahan Donald Trump tahun lalu menjadi pemicu perubahan lanskap kesehatan global.
Sejumlah negara kemudian mengikuti langkah tersebut dengan mengurangi komitmen pendanaan untuk programme kesehatan internasional.Direktur Kantor Eropa Gates Foundation,Anja Langenbucher memperingatkan, jeda pendanaan ini berpotensi menghambat kemajuan kesehatan global hingga melewati 2026.
solusi yang realistis.
Penyakit yang kasusnya diprediksi naik tinggi
Sementara itu, Global fund menyoroti malaria sebagai tantangan besar 2026. Ini terutama akibat melambatnya upaya pengendalian dan meningkatnya resistensi obat.
“Secara keseluruhan, tahun mendatang akan ditandai dengan pilihan-pilihan sulit, tetapi juga dengan peluang untuk memfokuskan kembali kesehatan global pada dampak, integrasi, dan kepemimpinan negara dengan ukuran utama adalah apakah kita dapat melindungi kelompok yang paling rentan dari penyakit yang sepenuhnya dapat dicegah,“ kata seorang juru bicara dari Global Fund.
Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat kekurangan perawat, dokter layanan primer, dan tenaga spesialis terjadi di
sementara perhatian kebijakan Uni eropa tetap terfokus di tempat lain,” kata Génon K. Jensen, direktur di Health and Surroundings Alliance.
ia mengatakan, para pembuat kebijakan harus memanfaatkan kesempatan untuk mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan mencegah penyakit dengan memprioritaskan kebijakan lingkungan dan iklim.
“Kesehatan masyarakat harus menjadi pusat dari proposal ketahanan iklim tahun ini, dengan solusi berbasis alam sebagai landasan adaptasi iklim,“ kata Jensen.
Di sektor farmasi, ketegangan geopolitik dan perang dagang diperkirakan akan terus mempengaruhi pasar global sepanjang 2026. Ancaman tarif dari Amerika Serikat menjadi peringatan
